Asbestos, Racun Berhambur di Negeri Bencana

Seminar Nasional “Asbestos : Racun Berhambur di Negeri Bencana” Hotel Oria Jakarta –  9 Mei 2019   “Asbestos itu bahaya dan bukan mitos,” tegas Darisman selaku Board Indonesia Ban Asbestos Network (INA-BAN). Di perkirakan setidaknya ada 222,000 korban penyakit akibat asbes yang meninggal setiap tahunnya1. Dalam sambutannya di acara Seminar Nasional Asbestos : Racun Berhambur

Laporan dari Misi Solidaritas Asia Ban Asbestos ke Brazil April, 2019

Laporan dari Misi Solidaritas Asia Ban Asbestos ke Brazil April, 2019 oleh Laurie Kazan-Allen   Brasil sekarang berada pada saat yang kritis dalam kampanye untuk pelarangan asbes. Sebagai buntut dari keputusan Mahkamah Agung November 2017 yang menyatakan eksploitasi bahan tambang asbes secara komersial tidak konstitusional, kepentingan pribadi terhadap asbes telah mengeksploitasi berbagai langkah, termasuk tekanan

BSN Akan Kaji Ulang Asbes Ber-SNI

Setelah melakukan audiensi dengan beberapa kementerian terkait regulasi pemakaian asbes, Indonesia Ban Asbestos Network (Ina-Ban) juga mengunjungi salah satu lembaga yang menangani labelisasi Standar Nasional Indonesia (SNI) sebuah produk, yaitu Badan Standarisasi Nasional (BSN) untuk mempertanyakan bagaimana peran BSN terhadap sebuah produk yang digunakan oleh masyarakat umum yang mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) seperti

Poltak Ambarita: Larang Penggunaan Asbes

Kasubdit Kerjasama Logistik, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementrian Perdagangan, Poltak Ambarita menegaskan untuk melakukan larangan penggunaan asbes daripada menaikkan tarif masuk asbes ke Indonesia karena akan berdampak pada barang-barang lainnya yang akan di ekspor dan di impor. “Kalau memang ini barang berbahaya, ya sudah jangan digunakan, selesai. Kalau kita melarang penggunaan di dalam negeri, nanti

Laporan: Perkiraan Jumlah Kematian Akibat Penyakit Asbes di Indonesia Tahun 2016

International Agencies for Research on Cancer (IARC) sejak 1987 mengatakan bahwa semua jenis asbestos, termasuk Chrysotile, berpotensi menyebabkan kanker bagi manusia. Bahan krosidolit ini yang kita lihat dalam bentuk atap dan dinding asbes, bantalan kanvas rem kendaraan, pelapis gasket mesin kendaraan dan banyak produk lainnya. Produk-produk tersebut telah menjadi bagian aktivitas masyarakat, namun belum disadari

Seminar Bandung Sehat tanpa Asbes

Seminar “Bandung Sehat Tanpa Asbes” Bahaya Asbes Bagi Kesehatan dan Lingkungan Masyarakat Bandung, 13 Februari 2018     1:  Pendahuluan   Latar Belakang   Asbes (asbestos) merupakan mineral fibrosa yang secara luas banyak dipakai di dunia sejak lama[1]. Terdapat banyak jenis serat asbes tetapi yang paling umum dipakai adalah chrysotile, amosit dan crocidolite, semuanya merupakan

Fakta-Fakta Mengenai Chrysotile (Asbes Putih)

Berikut ini adalah fakta-fakta yang mencerminkan pengetahuan mengenai asbes chrysotile (Asbes Putih),  satu-satunya jenis asbes yang masih dipasarkan. Fakta 1 Selama dua dekade terakhir, chrysotile merupakan satu-satunya jenis asbes yang ditambang dan menjadi komoditas yang dipasarkan secara luas. Lebih dari 95% asbes yang dipasarkan selama seabad terakhir adalah jenis chrysotile. Data terakhir memperlihatkan penggunaan asbes di dunia

Dangerous Dust – Asbestos Story in Indonesia

Indonesia telah menggunakan bahan baku Asbes semenjak tahun 1950’an, hampir setiap tahunnya seratus ribu Ton Meter Kubik bahan baku asbes di impor ke Indonesia, di olah menjadi material campuran untuk bahan bangunan seperti atasp semen dan produk lainnya. Meskipun Pemerintah Indonesia telah mengkategorikan Asbes sebagai Bahan beracun berbahaya. namun penggunaannya masih legal di Indonesia dan

Mengenal Asbes

Setelah IARC (The International Agency for Research on Cancer) pada tahun 1977 menyatakan bahwa asbes putih (chrysotile) memiliki sifat carcinogenic, penggunaannya mulai dilarang di negara industri maju seperti Uni Eropa, Australia, Jepang, Chili, Arab Saudi dan negara lain. Sejak saat itu perdagangan asbes putih bergeser ke negara-negara berkembang. Saat ini, WHO memperkirakan sekitar 125 juta orang