Strategi Advokasi Korban Asbes Indonesia Menjadi Perhatian

Manila, 05/09/2018

 

Diakuinya korban asbestos di Indonesia telah menjadi perhatian dunia. Kali ini perhatian datang dari peserta pertemuan South East Asia Strategy Meeting on Occupational Safety and Health di Manila.

 

Dalam pertemuan 11 organisasi pekerja dan masyarakat dari 8 negara Asia Tenggara dan Cina, pengakuan dan pemberian kompensasi bagi satu korban asbes di Indonesia menarik perhatian peserta. Cara local initiave menjadikan isu asbestos untuk mengkampanyekan perlunya organisasi korban dinilai sebagai strategi yang unik.

 

Perwakilan local initiative, Surya, yang hadir dalam pertemuan memaparkan strategi organisasinya dalam mengupayakan kompensasi korban asbes sambil membangun organisasi korban K3. “Upaya korban pertama kali terjegal oleh aturan bahwa pelapor adalah perusahaan, namun pada upaya selanjutnya ternyata ada dokter okupasi anggota jaringan local initiative yang dapat membantu, dari situlah upaya ini mulai ada titik terang,” jelas Surya.

 

Strategi lobby dan menekan perusahaan dilakukan agar perusahaan berkomitmen untuk menjadi pelapor dalam kasus korban asbestos. “Aturan yang ada memang mengharuskan sejumlah prasyarat, dan kami penuhi prasyarat tersebut hingga perusahaan yakin dan mau melaporkan. Hasilnya, Agustus 2018 yang lalu ada tambahan 5 orang lagi yang sudah diakui negara dan dalam proses perhitungan kompensasi,” tambah peneliti di local initiative ini.

 

“Berapa lama proses local initiative melakukan strategi tersebut?” tanya salah seorang peserta asal Filipina. Sementara peserta lainnya dari Thailand menanyakan soal besaran kompensasi menurut peraturan legal Indonesia. Percakapan menjadi cukup serius tatkala dikatakan bahwa penyakit akibat asbestos bukanlah penyakit yang bisa disembuhkan. Apalagi saat disebutkan bahwa kematian adalah resiko tertinggi ketika penyakit akibat asbes ini sudah hinggap. “berapapun nilai kompensasi yang ada dalam peraturan tidak akan cukup untuk menyelesaikan permasalah korban penyakit akibat asbes,” tegas Surya.

 

Sebelumnya Djayabalan dari Malaysia juga mengungkapkan bahwa dari 30 orang pekerja lavarge, produsen semen, yang memeriksakan diri kepadanya, 10 diantaranya terkena silicosis. Bahaya silicosis yang digambarkan dalam video seseorang yang bernafas megap-megap mejadi bayangan buruk tatkala dijelaskan penyakit akibat asbestos.

 

Pertemuan South East Asia Strategy Meeting on Occupational Safety and Health adalah pertemuan tahunan organisasi yang memiliki fokus pada isu Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Filipina menjadi tuan rumah pertemuan tahun 2018 ini. Sebagai tuan rumah, Filipina berkesempatan memberi ruang bagi korban K3 di negaranya untuk menjadi bahan kampanye internasional.

Spread the word. Share this post!

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *