Serikat buruh Australia Mengecam Penemuan Asbes di Kapal Ferry Baru

(24/08/2020) MUA (Serikat Maritim Australia) mengecam pemerintah NSW karena mengizinkan pembuatan feri baru Sydney yang dibangun di luar negeri setelah tiga kapal yang baru-baru ini dikirim melalui Pelabuhan Newcastle ditemukan mengandung asbes atau asbestos.

Feri kelas sungai baru, empat di antaranya berlabuh di Carrington setelah tiba dari Indonesia awal bulan ini, kapal kapal itu dinyatakan terlarang oleh serikat setelah penemuan gasket yang mengandung asbes di tiga kapal.

MUA mengatakan pihaknya memperingatkan pemerintah dan operator Sydney Ferries Transdev tentang potensi penggunaan asbes dalam proses konstruksi.

photo : Marina Neil

“Selama sekitar 18 bulan hingga sekarang, MUA telah memperingatkan baik pemerintah NSW dan Transdev Sydney Ferries tentang kekhawatiran kami bahwa bahan yang mengandung asbes akan digunakan di kapal-kapal ini,” kata Paul Garrett, asisten sekretaris MUA cabang Sydney.

“Namun, Transdev Sydney Ferries telah mengizinkan proses yang telah melihat kapal baru dibangun dengan uang pembayar pajak menggunakan bahan yang mengandung asbes … Mereka yang bertanggung jawab di Transdev … untuk membangun kapal ini di luar negeri menggunakan bahan yang mengandung asbes harus bertanggung jawab, dan mengundurkan diri.” Lanjut Paul Garrett.

Paul Garret, Asisten Sekretaris Maritime Union Australia (MUA) Cabang Sydney

 

Transdev memesan 10 feri kelas sungai dan tiga feri kelas zamrud dari pembuat kapal Australia, Birdon, yang melakukan outsourcing pekerjaan konstruksi ke China, Singapura, dan Indonesia.

MUA juga telah menyerukan agar laporan mengenai asbes di feri tersebut segera dirilis dan dilakukan inspeksi secara independen. MUA telah menyarankan para pekerja yang menjadi anggotanya untuk tidak menaiki feri sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

 

Asbes adalah barang terlarang di Australia

Larangan atas pembuatan dan penggunaan semua jenis asbes dan bahan yang mengandung asbes di seluruh Australia adalah akibat dari pengetatan peraturan pemerintah dan peningkatan peraturan kesehatan dan keselamatan di tempat kerja. Serikat pekerja di Australia memainkan peran penting dalam memaksa badan-badan Negara Bagian dan Persemakmuran di Australia untuk menegakkan undang-undang yang melindungi para pekerja.

Asbes dilarang di Australia semenjak tanggal 31 Desember 2003. Larangan tersebut membuatnya ilegal untuk mengimpor, menyimpan, memasok, menjual, memasang, menggunakan atau menggunakan kembali bahan asbes.

Larangan atas asbes dan segala produk asbes adalah konsekuensi dari efek merugikan kesehatan pada mereka yang sebelumnya bekerja dengan dan di hadapan bahan beracun besrsifat karsibogenik ini. Saat ini, meskipun ada larangan asbes yang ketat, Australia hingga saat ini terus dibebani dengan warisan asbes yang substansial.

Dr Tim Driscoll dari School of Public Health – University of Sydney berbicara di Asbestos Safety and Eradication Agency Summit pada November 2017, pada saat itu beliau menyampaikan Kebenaran yang mengejutkan tentang betapa banyak orang Australia yang baik yang yang harus meninggal karena penyakit yang berhubungan dengan asbes, penyakit yang sesungguhnya dapat dapat dicegah.

Dr Tim Driscoll memberikan statistik penyakit terkait asbes di Australia kematian terkait asbes per tahun di Australia, Mesothelioma menyebabkan lebih dari 700 kematian per tahun di Australia dan beban sebenarnya dari penyakit terkait asbes adalah lebih dari 4.000 nyawa warga Australia setiap tahun.

Kematian terkait Penyakit yang berhubungan dengan asbes adalah 766 kasus Mesothelioma, 3.017 kasus Kanker Paru-paru terkait asbes, 140 kauss Kanker Ovarium terkait asbes, 48 kasus Kanker Laring dan 77 kasus Asbestosis.

 

Sumber :

https://www.newcastleherald.com.au/story/6891013/asbestos-found-in-new-sydney-ferries-docked-at-carrington/#slide=0

https://www.mua.org.au/news/sydney-ferries-asbestos-found-new-vessels

Asbestos boards a ferry into Sydney Harbour

Asbestos Related Disease facts and figures Australia 2018

 

Spread the word. Share this post!

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *