Catatan Untuk Indonesia: Perjalanan Panjang Inggris dalam Melawan Penyakit Akibat Asbes

Inggris adalah negara di benua eropa yang termasuk dalam negara dunia pertama. Inggris juga memiliki sejarah industri yang kuat mulai dari tahun 1750 di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi dan teknologi. Terlebih saat perang dunia ke-2, industri kapal laut maju pesat demi mendukung angkatan bersenjata pada saat itu. Industri kapal laut yang maju di Inggris,

ITUC AP Larang Penjualan Asbes Karena Banyak 107 Ribu Pekerja Yang Mati

  JAKARTA, beritalima.com – “Kita sebagai serikat pekerja akan terus melakukan tindakan segera untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai prioritas utama kami,” ujar Shoida San, General Secretary of ITU AP, saat pertemuan International Trade Union Confederation – Asia Pasifik (ITUC AP), Rabu (7/3/2018), di Hotel Sari Pan Pasifik, Jalan Thamrin, Jakarta. ITUC AP yang beranggotakan

Seminar Bandung Sehat tanpa Asbes

Seminar “Bandung Sehat Tanpa Asbes” Bahaya Asbes Bagi Kesehatan dan Lingkungan Masyarakat Bandung, 13 Februari 2018     1:  Pendahuluan   Latar Belakang   Asbes (asbestos) merupakan mineral fibrosa yang secara luas banyak dipakai di dunia sejak lama[1]. Terdapat banyak jenis serat asbes tetapi yang paling umum dipakai adalah chrysotile, amosit dan crocidolite, semuanya merupakan

Fakta-Fakta Mengenai Chrysotile (Asbes Putih)

Berikut ini adalah fakta-fakta yang mencerminkan pengetahuan mengenai asbes chrysotile (Asbes Putih),  satu-satunya jenis asbes yang masih dipasarkan. Fakta 1 Selama dua dekade terakhir, chrysotile merupakan satu-satunya jenis asbes yang ditambang dan menjadi komoditas yang dipasarkan secara luas. Lebih dari 95% asbes yang dipasarkan selama seabad terakhir adalah jenis chrysotile. Data terakhir memperlihatkan penggunaan asbes di dunia

Mengenal Asbes

Setelah IARC (The International Agency for Research on Cancer) pada tahun 1977 menyatakan bahwa asbes putih (chrysotile) memiliki sifat carcinogenic, penggunaannya mulai dilarang di negara industri maju seperti Uni Eropa, Australia, Jepang, Chili, Arab Saudi dan negara lain. Sejak saat itu perdagangan asbes putih bergeser ke negara-negara berkembang. Saat ini, WHO memperkirakan sekitar 125 juta orang

KONVENSI ROTTERDAM DAN ASBES CHRYSOTILE

Konvensi Rotterdam adalah perjanjian internasional yang bersifat antar negara-negara di dunia mengenai perdagangan internasional atas bahan berbahaya dan beracun dan pestisida. Negara-negara penandatangan Konvensi Rotterdam bersepakat  menggunakan prosedur PIC (Prior Informed Consent) dalam mekanisme perdagangan B3 dan Pestisida. PIC (Prior Informed Consent) adalah mekanisme formal untuk mendapatkan dan mensosialisasikan kebijakan import negara-negara penandatangan perjanjian apakah di masa