COVID 19, ASBESTOS, DAN VAKSIN INFLUENZA

Pada awal outbreak Covid 19, seluruh negara di Dunia masih mencari-cari apa yang sedang terjadi. Penularan yang demikian cepat virus dari keluarga SARS ini mengadirkan banyak pertanyaan. Perlahan-lahan virus baru yang pertama menjangkiti di Wuhan, China, ini ditemukan pola penyebarannya melalui droplet yang melayang dan terhirup karena ringannya. Seorang Menteri Kesehatan di Indonesia dengan berkelakar

Temuan CT Scan Dada Plak Pleura dan Asbestosis pada Pasien Kanker Paru : Sebuah Studi Kasus

Laporan Kasus Temuan CT Scan Dada Plak Pleura dan Asbestosis pada Pasien Kanker Paru : Sebuah Studi Kasus Aziza Ghanie Icksan, MD Sp.Rad (K),1Anna Suraya, MD, MKK, SpOk,2 Nurul Hanifah, MD,3 Elisna Syahruddin, MD, Sp.P (K)4 and Astrid Sulistomo, MD, MPH, SpOk5 1   Department of Radiology Persahabatan, Nasional Respiratory Referral Hospital Jakarta and Faculty

Press Release : Bubuk Pembunuh, Perusahaan Beracun!

PRESS RELEASE 4 Juni 2021   Bubuk Pembunuh, Perusahaan Beracun! Pada tanggal 1 Juni 2021, Mahkamah Agung Amerika Serikat menolak banding oleh Johnson & Johnson (J&J) atas putusan pengadilan Missouri yang telah memberikan $2,1 miliar kepada penggugat yang mengidap kanker dari bedak bayi J&J.1 Manuver hukum sudah berakhir dan faktanya jelas untuk dilihat semua orang: penggunaan

67 Negara telah melarang asbes, Indonesia Kapan?

Asbes atau asbestos sejak lama termasuk dalam daftar bahan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dalam peraturan di Indonesia 1. Sebagai Bahan B3, Asbes termasuk dalam kategori kategori A1 atau terbukti karsinogen untuk manusia (Confirmed Human Carcinogen).  Namun sampai saat ini, penggunaan bahan serat Asbes masih dipergunakan di Indonesia. Indonesia hanya melarang asbes jenis Asbes biru

Semua jenis Asbes Karsinogenik

Menurut perkiraan WHO pada 2003, Sekitar 107.000 orang meninggal setiap tahun akibat mesothelioma dan penyakit terkait asbes lainnya. Meskipun semua serat asbes telah dinyatakan bersifat karsinogenik, dan 55 Negara telah melarang penggunaan asbes dalam produksi dan semua produk yang mengandung asbes. Namun di Indonesia masih ada keraguan terkait pelarangan penggunaan semua jenis asbes. Terbatas dan

Tuniyah – Asbestos Related Diseases Victim

Tuniyah, salah satu penyintas penyakit yang berhubungan dengan asbes. Dia telah bekerja selama lebih dari 19 tahun di perusahaan yang menggunakan material asbes, bahan beracun berbahaya yang sudah dilarang di lebih 55 Negara. Harapan indah untuk menikmati masa akhir tuanya ternyata harus dihabiskan bersama penyakit asbestosis, penyakit yang berhubungan dengan asbes. Cerita singkat perjuangan Tuniyah

Bahaya Asbes Di Antara Bencana Alam

Pada awal tahun 2021 ini, berbagai bencana alam terjadi di Indonesia dan tentunya hal ini menambah dampak buruk selain pandemi Covid-19. Sepanjang 1-16 Januari 2021, BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) menyatakan sebanyak 136 bencana alam terjadi di Indonesia. Dari berbagai bencana alam tersebut telah menelan 80 korban jiwa dan 858 orang luka-luka, sebanyak 405.584 orang

170 Lembaga nonprofit mendesak Johnson & Johnson untuk menghentikan penjualan Bedak Bayi secara global

Lebih dari 170 Lembaga Non-Profit dari 51 Negara menuntut Johnson & Johnson untuk menarik seluruh produk bayi berbasis bedak nya di seluruh dunia. Tuntutan 170 lembaga ini di dasari karena kekhawatiran akan produk bayi Johnson & Johnson mengandung asbes yang dapat menyebabkan kanker, Menurut pernyataan dari kelompok advokasi Black Women for Wellness.1 Pada Mei 2020,

Johnson & Johnson Mengakhiri Penjualan bedak bayi di Amerika dan Kanada

Setelah bertahun tahun Johnson & Johnson menjadi pusat gugatan ribuan pasien kanker yang mengklaim bahwa produknya terkontaminasi asbes yang diketahui bersifat karsinogen, dan perusahan selama beberapa dekade mengetahui bahwa asbes bersembunyi di bedak bayi-nya dan juga mengetahui resikonya. Selama beberapa dekade Johnson & Johnson mempromosikan citra kesehatan dari produk yang dijualnya, bahkan ketika menghadapi ribuan

PASIEN DENGAN PENYAKIT AKIBAT ASBES DI INDONESIA BERPOTENSI DITELANTARKAN OLEH NEGARA

  Bandung, April 2020 Pusat pengobatan di seluruh Amerika Serikat telah melambat atau bahkan menunda pendaftaran pasien baru untuk mesothelioma karena keseluruhan menerima pandemi COVID 19. Penundaan pendaftaran ini beresiko tinggi untuk pasien baru yang telah didiagnosa Pleural Mesothelioma, yang usianya hanya diprediksi sampai 6-12 bulan ke depan. Uji klinis yang dimaksud adalah studi ilmiah