Tuniyah – Asbestos Related Diseases Victim

Tuniyah, salah satu penyintas penyakit yang berhubungan dengan asbes. Dia telah bekerja selama lebih dari 19 tahun di perusahaan yang menggunakan material asbes, bahan beracun berbahaya yang sudah dilarang di lebih 55 Negara. Harapan indah untuk menikmati masa akhir tuanya ternyata harus dihabiskan bersama penyakit asbestosis, penyakit yang berhubungan dengan asbes. Cerita singkat perjuangan Tuniyah

Bahaya Asbes Di Antara Bencana Alam

Pada awal tahun 2021 ini, berbagai bencana alam terjadi di Indonesia dan tentunya hal ini menambah dampak buruk selain pandemi Covid-19. Sepanjang 1-16 Januari 2021, BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) menyatakan sebanyak 136 bencana alam terjadi di Indonesia. Dari berbagai bencana alam tersebut telah menelan 80 korban jiwa dan 858 orang luka-luka, sebanyak 405.584 orang

170 Lembaga nonprofit mendesak Johnson & Johnson untuk menghentikan penjualan Bedak Bayi secara global

Lebih dari 170 Lembaga Non-Profit dari 51 Negara menuntut Johnson & Johnson untuk menarik seluruh produk bayi berbasis bedak nya di seluruh dunia. Tuntutan 170 lembaga ini di dasari karena kekhawatiran akan produk bayi Johnson & Johnson mengandung asbes yang dapat menyebabkan kanker, Menurut pernyataan dari kelompok advokasi Black Women for Wellness.1 Pada Mei 2020,

Johnson & Johnson Mengakhiri Penjualan bedak bayi di Amerika dan Kanada

Setelah bertahun tahun Johnson & Johnson menjadi pusat gugatan ribuan pasien kanker yang mengklaim bahwa produknya terkontaminasi asbes yang diketahui bersifat karsinogen, dan perusahan selama beberapa dekade mengetahui bahwa asbes bersembunyi di bedak bayi-nya dan juga mengetahui resikonya. Selama beberapa dekade Johnson & Johnson mempromosikan citra kesehatan dari produk yang dijualnya, bahkan ketika menghadapi ribuan

PASIEN DENGAN PENYAKIT AKIBAT ASBES DI INDONESIA BERPOTENSI DITELANTARKAN OLEH NEGARA

  Bandung, April 2020 Pusat pengobatan di seluruh Amerika Serikat telah melambat atau bahkan menunda pendaftaran pasien baru untuk mesothelioma karena keseluruhan menerima pandemi COVID 19. Penundaan pendaftaran ini beresiko tinggi untuk pasien baru yang telah didiagnosa Pleural Mesothelioma, yang usianya hanya diprediksi sampai 6-12 bulan ke depan. Uji klinis yang dimaksud adalah studi ilmiah

Setiap Tahun 6 Ribu Warga Indonesia Terancam Kanker Akibat Bahan Bangunan Asbes

Oleh Anne Barker dan Phil Hemingway Posted 7 November 2019 at 9:37 am Abc.news.net.au   Australia sudah lama melarang penggunaan bahan bangunan asbes yang telah terbukti mematikan. Tapi di Indonesia, hal itu masih terus berlangsung dalam skala besar seakan tidak menyadari bahaya yang bisa ditimbulkannya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebenarnya telah memperingatkan epidemi penyakit-penyakit terkait asbes di

Tebang Pilih Kanker Paru

Paska pernyataan The U.S. Food and Drug Administration (FDA), 13 September 2019, yang mengumumkan agar institusi kesehatan menarik (voluntary recall) terhadap 14 produk ranitidine yang di distribusikan Sandoz Inc, Indonesia pun segera melakukan hal yang sama. Ranitidin yang oleh FDA dikatakan menyisakan kotoran nitrosamine (nitrosodimethylamine/ NDMA) diduga dapat menjadi faktor pemicu kanker (karsinogenik). Dengan adanya

Asbestos, Racun Berhambur di Negeri Bencana

Seminar Nasional “Asbestos : Racun Berhambur di Negeri Bencana” Hotel Oria Jakarta –  9 Mei 2019   “Asbestos itu bahaya dan bukan mitos,” tegas Darisman selaku Board Indonesia Ban Asbestos Network (INA-BAN). Di perkirakan setidaknya ada 222,000 korban penyakit akibat asbes yang meninggal setiap tahunnya1. Dalam sambutannya di acara Seminar Nasional Asbestos : Racun Berhambur

Media Release – Konvensi Rotterdam COP 9

Media Release Jumat, 10 Mei 2019, Geneva, Swiss   Konvensi Rotterdam COP 9 Delegasi Asia mengecam kegagalan untuk yang ke-7 kalinya untuk memasukan asbes chrysotile ke daftar Konvensi Rotterdam karena veto tidak etis dari negara-negara penghasil asbes dan sekutu mereka. Delegasi menyambut dengan baik voting  pertama dalam sejarah Konvensi dan preseden sekarang  ditetapkan untuk reformasi

Laporan dari Misi Solidaritas Asia Ban Asbestos ke Brazil April, 2019

Laporan dari Misi Solidaritas Asia Ban Asbestos ke Brazil April, 2019 oleh Laurie Kazan-Allen   Brasil sekarang berada pada saat yang kritis dalam kampanye untuk pelarangan asbes. Sebagai buntut dari keputusan Mahkamah Agung November 2017 yang menyatakan eksploitasi bahan tambang asbes secara komersial tidak konstitusional, kepentingan pribadi terhadap asbes telah mengeksploitasi berbagai langkah, termasuk tekanan